Category Archives: BERITA

Istilah disgrafia

Pernahkah Anda mendengar istilah disgrafia? Anak penderita disgrafia adalah anak berkebutuhan khusus (Children with special education need). Penderita disgrafia merupakan anak yang mendapat kesulitan dalam menuliskan atau mengekspresikan
pikiran dan perasaannya ke dal.am bentuk tutisan. Anak-anak disgrafia tidak bisa menyusun kata-kata dengan baik dan tidakbisa mengkoordinasikan motorik hatusnya (tangan)
untuk menutis. Dengan kata lain anak disgrafia adalah anak yang
mengalami kesutitan datam belajar menulis (learn ing disorder).

Anak-anak disgrafia o[eh guru sering
dianggap sebagai anak bodoh, anak
matas betaiar, dan anak nakat. Akibatnya
baik guru maupun anak menladi
frustasi. PadahaL sebenarnya
anak-anak disgrafia sama dengan
anak-anak normal [ain. Mereka juga
ingin dapat menutis seperti anakanak
normal [ainnya. Hanya saja
anak-anak disgrafia ini mengalami
hambatan datam mengungkapkannya
ke dalam bentuk tulisan. Yang
per[u dipahami bahwa, anak disgrafia
wataupun mengalami hambatan
dalam menutis, tetapi bisa saja normaIdalam
berbicara dan normaIda[
am kemampuan [ainnya.

Metode demonstrasi (unjuk kerja) sangat positif

Metode demonstrasi (unjuk kerja) sangat positif untuk melihat [angsung sejauh mana ketercapaian hasil suatu materi pembetajaran. Dengan melakukan unjuk kerja dapat diketahui bagaimana ketercapaian hasil, bagaimana upaya perbaikan, serta bagaimana kemungkinan kreativitas pengembangannya. Metode ini banyak dapat diterapkan di berbagai materi, seperti melipat, mewarnai, bermain drama, mengerjakan suatu rangkaian, bidang bahasa, sastra, seni, sains, dan sebagainya.Memajang Karya Siswa
Karya siswa dapat dipajang di ketas ditempel. pada mading(majalah dinding) di dalam ketasmaupun mading di luar ketas, atau digantung di dalam ketasuntukjangka waktu tertentu. Halini bentuk penghargaan terhadap kreativitas siswa, seberapa pun kadar kemampuan mereka berkarya, baik dalam bentuk tulisan maupun gambar atau karya cipta lainnya. Kadar penghargaan seperti ini tampaknya masih sangat larang di keLaskeas lndonesia.

Membuat ‘LittleLibrary

Membuat ‘LittleLibrary’ Guru dan siswa dapat menyediakan
‘LittLe Library’ (perpustakaan keciL) di kelas masing-masing. Caranya, membuat kotak perpustakaan sekitar
seukuran kotak pos atau kandang merpati, dicat sedemikian
rupa supaya menarik. Masukkan buku-buku di dalamnya sesuai
materi pelajaran setiap hari atau sesuai bahan untuk praktik atau
diskusi. Di beberapa negara lain, ‘tittle Library’ dengan nama ‘my l.ittLe free [ibrary’ banyak disediakan di sudut jatan, sudut rumah,sudut taman, atau pertokoan.Namanya ‘freei iadi gratis. Mereka sudah sadar kapan pinjam dan kapan mengembalikan, Di
lndonesia? Sitakan coba, jangankan bukunya, tempatnya saia
hiLang!

« Older Entries